Mimpi-ku, tak ‘kan kubiarkan hanya menjadi sekedar MIMPI


Reblogged from http://rizkydeaa.tumblr.com


Kalau mau lihat postingan lebih banyak tentang motivasi terutama untuk kelas 12 bisa follow twitternya kak @rizkydea . Stalkerin TL-nya biar kamu bisa ter-motivasi untuk berubah
Bermimpi ya.
Bermimpi itu apa sih? Membayangkan hal-hal yang indah-indah?
Bermimpi dalam waktu singkat itu ya, bermimpi dan membayangkan kalian ada di sana. Iya, di sana. Di Perguruan Tinggi Negeri, PTN tujuan masing-masing. Membayangkan betapa bangganya kalian memakai jaket/jas almamater PTN itu.
Terus, pertanyaannya sekarang adalah. Mau sampai kapan jadi pribadi yang hobinya hanya bermimpi terus-terusan?
Bermimpi itu mudah. Bermimpi itu menyenangkan.
Tapi USAHA untuk mendapatkan mimpi-mu TIDAK mudah dan TIDAK menyenangkan.
Tidak, aku tidak akan menakut-nakuti kalian dulu diawal topik hehe.
Aku punya quote, satu kalimat yang aku sukai dan menjadi landasan pesawat yang menerbangkanku ke mimpi-ku.
“Kau adalah apa yang kau pikirkan.” :)
 “Taruh mimpimu sampai langit ke 7.” Gantungkan mimpimu setinggi mungkin. Lebih tinggi dari atap rumahmu, lebih tinggi dari pohon depan rumahmu, lebih tinggi dari tiang listrik dekat rumahmu.
Aku umpamakan 2 orang. Si x dan y. X dan Y ini sama-sama ingin naik tangga. Di setiap tangga itu terdapat segepok hal manis dan disetiap tangga yang lebih tinggi, tingkat kemanisan juga akan ikut meningkat. Si X bermimpi jika dia bisa naik sampai tangga tertinggi, nomor 10. “Aku pasti bisa!” ucap si X. Sementara, si Y, hanya ingin sampai ke tingkat ke 3. “Aku sih bisa saja, tapi aku malas untuk naik ke tingkat 10. Lagipula, kau manusia biasa kan? Apa kau sanggup menahan lelah untuk sampai ke tangga nomor 10? Lagipula, hasilnya kan sama-sama manis.” Ucap si Y dengan memandang sinis si X.
Si X tak peduli. Ia tetap teguh pada pendiriannya untuk tetap menaiki tangga demi tangga dengan sungguh-sungguh.
Ternyata ada sebuah peraturan yang melarang setiap yang ingin naik ke tangga itu untuk memakai alas kaki.
Si X pun akhirnya naik tangga demi tangga dengan tidak menggunakan alas kaki. Ia naik tangga demi tangga dengan sungguh-sungguh. Ternyata, di setiap tangga yang dinaiki, tersebar banyak batuan-batuan kerikil yang siap menusuk permukaan kaki siapa saja yang tidak memakai alas kaki. Lalu? Alas kaki si X pun berdarah-darah. Sesekali ia merintih kesakitan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.
“Aku yang punya MIMPI. Aku yang usaha untuk meraihnya. Aku juga yang harus menjadikannya nyata! Bukan hanya sekedar MIMPI. Jadi, aku tidak boleh mengeluh. Ini masa depanku! Aku yang akan merasakan MANISnya, jadi aku juga yang akan menanggung segala RESIKO dalam menjalani hal-hal menuju MIMPI itu.” Tegas X ke diri sendiri.
Setelah beristirahat sejenak, si X lalu mulai menaiki lagi tangga yang selanjutnya.
Loh, kemana si Y? Oh, ternyata dia masih enak-enak duduk di tangga 1. Ia mengeluh.
“Kenapa harus tidak memakai alas kaki sih? Kakiku kan jadi lecet-lecet dan berdarah. Huh. Aku duduk dulu deh,kan masih banyak waktunya”
Sementara waktu terus berjalan dan terus berjalan tanpa menunggu. Sampai saatnya tiba! Teng teng teng. Bel ke 3 berbunyi pertanda bahwa waktu habis.
Saat dilihat, si X sudah sampai di tingkat 10! Dengan segala keringatnya dan darah-darah yang mengalir dari telapak kakinya. Sementara si Y, masih di tangga 1 dan langsung menyesali perbuatannya kenapa dia tidak naiki saja tangga demi tangga itu dan kenapa dia malah duduk-duduk dan kenapa lainnya.
Dengan segala perjuangan si X, akhirnya X menikmati manisnya berada di tangga nomor 10. Tangga nomor 10 bebas dari batuan kerikil, lantainya keramik kelas atas, ada sofa, ada banyak makanan dan minuman, pokoknya hal-hal yang X impikan ada disana! DREAM COMES TRUE.
Baiklah. Umpamakan si X itu sebagai kamu. Kamu yang punya MIMPI setinggi langit ke tujuh.
Tangga demi tangga itu adalah kemajuan-kemajuan didalam diri kamu, peningkatan kualitas dan kuantitas, peningkatan materi dan mental di setiap harinya. Setiap kamu berhasil menaiki satu tangga itu berarti kamu berhasil maju satu loncatan dibandingkan yang lain.
Batuan kerikil merupakan pengganggu dan halangan-halangan kamu dalam menjalani usaha-usaha kamu dalam mencapai mimpi kamu.
“Orang hebat jatuh bukan karena tersandung batu besar, ia jatuh karena tersandung batu-batu kerikil.”
Loh? Kok? Gini, batu kerikil itu sebenarnya jauh menjatuhkan dan menyakitkan dibandingkan batu-batu besar. Kenapa kok bisa? Gini, umpama-in aja batu-batu kerikil itu sindiran-sindiran dari teman-teman kamu yang meragukan kalau kamu bisa masuk PTN tujuan kamu. Umpamain aja batu-batu kerikil itu adalah sikap kekanak-kanakan kamu yang masih lebih mentingin main dari pada belajar. Umpamain aja batu-batu kerikil itu adalah pikiran kamu yang masih hobi banget melihara malas.
Kalau kamu kesandung batu-batu kerikil itu, kegiatan kamu pasti kehambat kan? Apalagi kalau sering kesandung dan akhirnya kamu terlena sama hal-hal yg berkaitan dengan penyembuhan luka sandungan kamu. Wuih, memakan waktu yang lama dan akhirnya pasti akan menghentikan kegiatan kamu. Nah, itu yang aku maksud dengan kerikil jauh lebih menyakitkan dari batuan besar.
Batu kerikil itu juga bisa kau artikan sebagai kegagalan. Misalnya, gagal dalam mendapat nilai Tryout terbaik, gagal mendapatkan nilai UAS terbaik dsb. Kalau kau memang menginginkan MIMPImu menjadi NYATA, kau akan gunakan kegagalan itu sebagai penguat dirimu. Penguat mentalmu. Kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda,kan? Belajarlah dari kegagalan. Jangan lakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Pandanglah kegagalanmu dari segi positive, maka kau akan temukan kembali jalanmu menuju MIMPImu. :)
Tanpa alas kaki adalah USAHA yang kau lakukan MURNI dari dirimu sendiri. I mean,tidak melakukan kecurangan-kecurangan apapun selama kamu masih ada didalam lingkaran usaha dalam mencapai mimpimu. Kecurangan yang pertama adalah mencontek. Pasti kalian tau, cikal bakal korupsi adalah suka mencontek. Hehe tak usah diambil seserius itu. Dalam tahap sederhana saja. Kalau kau mencontek, kau memang akan mendapatkan nilai bagus. Tapi, coba tanya pada hati nuranimu. Apa kau puas dengan hasilnya? Materi apa yang kau kuasai dengan mendapat nilai bagus hasil mencontek?
Kau mungkin akan mendapatkan nilai bagus dan membanggakan kedua orangtuamu saat itu. Tapi kau akan kesulitan saat kau berhadapan dengan ujian yang sesungguhnya. Karena pada saat kau mencontek, kau menyalin, bukan mengerjakan. Pada saat kau mencontek, tak ada satupun materi yang menempel di otakmu. Lalu, jika tak ada materi yang menempel di otakmu, apa yang bisa kau isi saat kau mengerjakan ujian yang sebenarnya?
Hey, pada saat kau mengerjakan SNMPTN Tulis, no one can HELP you except YOURSELF.
Agak menyimpang dari topik memang. Tapi aku berusaha untuk mengajak adik-adik mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan mencontek. Tak ada yang dapat kau banggakan ketika nilai rapotmu bagus. Jika kau tak dapatkan bangku undangan padahal nilaimu bagus, bagaimana? Sementara kau tau, kau dapatkan nilai bagus itu dengan mencontek dan kau tidak benar-benar menguasai materi yg diujikan untuk mendapatkan nilai rapot bagus itu.
Belajar untuk #Berubah yuk. Coba perbanyak KESALAHAN, karena itu akan membuatmu BERLATIH untuk menjadi LEBIH BAIK LAGI. Kau memang banyak salah ketika kau mengerjakan soal, tapi dengan begitu, kau jadi tau lebih banyak soal materi lainnya. Daripada kau dapat nilai bagus tapi otakmu kosong? Hehe, it’s your choice.
Back to topic :)
Mimpi-ku, tak akan kujadikan sekedar mimpi.
Kau ingin menjadi si X kan? Berhasil menggapai MIMPInya?
Maka dari itu, mulai hari ini. BERANI BERMIMPI.
Berani bermimpi yang tinggi, tinggi sekali, bahkan sampai orang meragukanmu untuk menggapai mimpimu yang katanya ketinggian.
Biarkan orang berkata apa. Sebab, yang tau kemampuan dirimu hanya dirimu sendiri.
Setelah kau BERANI BERMIMPI, segeralah BERTINDAK.
Jangan seperti si Y, duduk-duduk saja kerjanya. Jangan seperti si Y, memikirkan RESIKO yang akan didapatkan seiring jalanmu berusaha dalam menggapai mimpi.
“Jika kau takut menghadapi RESIKO, beranilah menghadapi KEGAGALAN.”
Ketakutan akan RESIKO itu yang akan membuatmu berfikir lama sekali untuk berjalan maju, bikin kamu mati di tempat. Mikirrrrrrrr terus, ga ada ACTIONnya.
Jalanlah. Jalan maju, tak usah kau memikirkan apa yang kau akan hadapi di depan nanti. Jika kau memang menginginkan MIMPImu menjadi NYATA, kau akan BERANI apapun RESIKOnya. Karena, kau yang menanggung resiko, kau juga yang akan meneguk MANISnya.
Tekankan pada diri sendiri bahwa mimpiku tak akan kujadikan sekedar mimpi itu beralasan. Alasan karena ingin membanggakan orangtua. Orang tua mana yang tidak bangga jika mengucapkan kalimat: “Iya, anak saya sekarang kuliah di PTN A/B/C. Hebat loh.”
Apa hatimu tak akan tersentuh ketika ibu/bapakmu mengucapkan selamat atas masuknya kamu ke PTN tujuan-mu. Ibu/bapakmu akan mengucapkan selamat seraya mencium kening/pipimu sambil menahan haru. Mereka BANGGA atas kamu yang sudah bisa MEMBANGGAKAN mereka. Karena “kau adalah apa yang kau pikirkan.” Maka ketika kau pikir kau BISA dan diiringi dengan tindakan NYATA, maka KAU akan BISA!  
Yuk, mari. Mimpi-ku tak akan kubiarkan hanya menjadi sekedar mimpi.
Jadikan Mimpimu menjadi kenyataan. #Berubah mulai sekarang,yuk! Singkirkan bagian dari diri kamu yang-hobi-sekali-takut. Takut akan segala RESIKO. #Berubah ya!
Yuk, aku bantu kalian untuk #Berubah . kalau ada yg mau ditanyakan/share, bisa langsung mention ke @rizkydea .
Aku tunggu perkembangan #Berubah –nya kalian menjadi seseorang yang bukan saja berani BERMIMPI, tapi sudah mulai MENAIKI TANGGA. :)

0 Comments: (+add yours?)

Poskan Komentar