Buat Kelas 12 Para Pejuang SBMPTN 2014 : "If There is A Will, There is A Way"




follow twitter kak @rizkydea buat lihat postingan lainnya dan supaya kamu lebih ter-motivasi lagi ^^

“Apa sih yang harus aku lakuin biar lolos PTN?”
“Aku juga harus UAN. Harus masuk PTN. Yang mana yang diutamakan?”
“Aku takut nggak lolos PTN. Aku enggak pinter. PTN kan buat orang-orang pinter.”
Mungkin itu yang menjadi isi kepala setiap siswa/i kelas 12. Aku tau, karena aku pernah ada di posisi itu dan juga sudah mengasuh kepala-kepala yang ada di posisi itu selama 2013. Sudah kuteliti(maaf jika banyak yang agak sok tahu) dan bisa kusimpulkan apa saja yang menjadi faktor utama keberhasilan/kegagalan dalam masuk PTN.
Perguruan Tinggi Negeri. Siapa yang tidak punya mimpi untuk bisa dapat mendapatkan bangku disana, memakai almamaternya, meneriakkan hymne-nya, dan wisuda disana. Sebagian orang, Dreamed of it. But some of them are still dreaming when others are wake up to make their dream comes true.
Inilah kesimpulan atas faktor-faktornya supaya kamu bisa lolos SBMPTN 2014 jalur tertulis ;
Pembagian Waktu 
Masuk ke point inti. Pembagian waktu. Antara UN, dan juga belajar untuk SBMPTN.
Kebanyakan dari kelas 12 2013 yang lolos Undangan/SBMPTN, membagi waktu mereka dengan sedemikian rapinya.
Beberapa dari mereka, serius di sekolah, menghabiskan waktu di sekolah untuk mengejar materi untuk Ujian Nasional. Setelah waktu mereka habis di sekolah, mereka Bimbingan Belajar, juga untuk mengejar materi Ujian Nasional di kelas reguler. Banyak dari mereka yang nyolong-nyolong minta jam tambahan di luar jam reguler untuk membahas materi yang mereka tidak mengerti. Di bimbel juga, mereka gunakan untuk menyelesaikan PR mereka. Di rumah, mereka sempatkan istirahat sekitar 1 jam, lalu kemudian belajar mengerjakan soal untuk Ujian Nasional nanti atau sekedar belajar untuk ulangan harian/UTS/UAS selama 2 jam-3 jam. Setelah itu, mereka istirahat ½ jam lalu kemudian kembali belajar soal-soal SBMPTN selama 3 jam. Lalu tidur, lalu nanti bangun lagi untuk belajar di jam 3 subuh. Belajar soal-soal SBMPTN,lagi.
Belajar untuk UAN? Di sekolah tempatnya. Maka dari itu, jangan suka bercanda-bercanda aja kalau di kelas. Di kelas, jangan foto-foto terus kerjaannya. Perhatikan guru kalau mengajar. Karena percaya atau tidak, itu akan membantu kalian untuk lulus UAN. Catat semua yang guru terangkan. Kalau mau, kamu bisa pisahkan catatan antara catatan UAN dan SBMPTN. Biar tidak bingung. :D
Beberapa anak bimbinganku bukan anak yang terlalu fokus terhadap UAN. Mereka membagi porsi waktu yang lebih untuk SBMPTN. Loh, kenapa gitu? Seperti yang sudah di jelaskan di atas, SBMPTN itu lebih susah dari UAN. Jadi logikanya, kalau kamu bisa dan terbiasa membaca dan mengerjakan soal pola SBMPTN, maka UAN sih urusan gampil. *nyentil upil*
Seriously. Aku membimbing 3 anak, NR, RM , dan SH. Dua-duanya membagi porsi waktu yang lebih untuk SBMPTN tanpa melupakan UAN. 
Meski tidak 100% fokus terhadap UAN dan fokus terhadap SBMPTN, si NR dan RM berhasil meraih nilai UN tertinggi se-SMA mereka dengan kategori IPS&IPA. NR berhasil meraih nilai tertinggi pada UAN IPS dan masuk Unpad, dan RM berhasil meraih nilai tertinggi UAN IPA dan masuk ITB. Meski pada tingkat sekolah mereka saja. Hehe. si SH mendapatkan peringkat ke 5 UAN IPS dan juga.. masuk UI. Heuheu.
Apa rahasianya? Mereka mengerjakan soal-soal UAN dengan taraf kesulitan SNMPTN Tulis(SBMPTN).
Bagilah waktu dengan adil, tanpa harus melupakan prioritas yang sesungguhnya.
2 jam untuk UAN, 4 jam untuk SBMPTN. Seperti itu pembagiannya.
Oke.. Riris sekarang akan beri tahu Management Waktu ala Riris.
Di sekolah, Riris fokus terhadap UAN. Setiap pemantapan(tambahan) untuk UAN, selalu ikut. Tak pernah bolos. Telat masuk sih pernah ehehe.
Setiap istirahat pertama, riris gunakan untuk Shalat Dhuha. Kalau sedang tidak shalat, riris gunakan untuk mengerjakan soal Test Potensi Akademik. Lumayan bisa ngerti berapa pola soal.
Lalu setiap istirahat kedua yang waktunya relatif lebih panjang, riris gunakan untuk shalat dzuhur. Setelah shalat dzuhur yang biasanya masih tersisa beberapa menit, riris gunakan untuk duduk-duduk manis di depan kelas. Ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman. Kalau tidak shalat? Riris tiduran di meja. Hehe. Lumayan. Meregangkan badan.
Setelah pulang kerumah, jadwal Riris ;
Senin: Bahasa (Indonesia+Inggris) = untuk UAN 1 Jam, untuk (dulu namanya SNMPTN Tulis(karena riris ujian di angkatan 2012, skg SBMPTN) 2 jam.
Selasa: Sejarah = untuk UAN 2 jam, untuk SBMPTN 2,5-3 jam.
Rabu: Geografi = belajar hanya untuk SBMPTN. 3,5 jam (berikan waktu ekstra untuk mengerjakan soal-soal yang kamu anggap sulit.)
Kamis: Ekonomi (untuk UAN+ SBMPTN) 5 jam. (Misal; UAN 2 jam, SBMPTN 3 jam)
Jumat: Sosiologi = untuk UAN 1 jam, untuk SBMPTN 2 jam.
Sabtu: TPA 3 jam
Minggu: Matematika Dasar SBMPTN 5 jam. (letakkan ini di hari libur. Letakkan jatah waktu lebih banyak untuk pelajaran ini. Letakkan di hari libur, dimana kamu tak usah mengerjakan atau pergi kemanapun.)
Relakan waktu liburan kamu untuk belajar. Waktumu hanya sedikit lagi. Waktumu hanya sebentar lagi. Waktumu hanya menghitung hari. Tak masalah kau tak liburan selama kau belum mendapatkan hasil. Setelah kau dapatkan PTN ditanganmu, kau bebas berlibur sepenuh hati. Tak usah repot memikirkan Swasta ini swasta itu.
Kau bebas berlibur, jalan-jalan kemanapun.
Belajarlah untuk disiplin dengan waktu. Karena waktu kalian melakukan SBMPTN, waktu akan sangat minimal untuk proses pengerjaan maksimal. Jika kalian sudah terbiasa melakukan disiplin waktu, kalian akan terbiasa dengan waktu yang singkat di SBMPTN nanti.
Misalnya; berlatih soal Test Potensi Akademik 2 jam. Kalian pasang alarm di HP untuk 2 jam ke depan. Kalian akan melihat, berapa soal yang sanggup kalian “Pahami” dalam waktu 2 jam itu.
Misalnya lagi; berlatih soal Matematika Dasar. 3 jam. Kalian pasang lagi alarm di HP kalian untuk 3 jam ke depan. Kalian akan melihat, seberapa cepat kalian menghitung dan memahami soal-soal matematika itu.
Itu berguna sekali. Jadi kalian bisa mengukur kemampuan kalian dalam jangka waktu tertentu. Hal itu juga akan menjadi semangat buat kalian (yang sungguh-sungguh ingin masuk PTN) supaya menjadi lebih giat belajar lagi dan lebih konsentrasi lagi mengerjakan soal.
Lalu dengan padatnya hari seperti itu, bagaimana menjaga kesehatan?
Sakit, lelah, itu berasal dari diri sendiri. Dulu riris sih menjaga kesehatan dengan puasa senin-kamis. Puasa, selain bikin makin sehat, juga nambah pahala. Sehat? Iya. Karena dengan puasa, kita ga jajan macem2 di sekolah. Kita sahur di rumah, buka puasa pun pasti cari yang berbau “Nasi” atau makanan yg kenyang. Hehe. Kalaupun tidak puasa, bawalah bekal dari rumah. Nasi dan telur dadar/ceplok atau nasi dengan tumis jagung itu lebih bergizi daripada kamu beli bakso di sekolah. Selain bersih karena asalnya dari rumah, kamu juga hemat. Ya,kan? :D
1 hal lagi. Riris selalu bawa botol air mineral kemana-mana. Selain hemat, riris jadi makin sehat. Air mineral itu juga berfungsi menjaga mineral di dalam tubuh kamu seimbang. Daripada kamu harus beli minuman botol yang berwarna atau soft drink yang mengandung banyak pengawet dan pewarna? Itu bikin ga sehat. Justru itu yang bikin kamu malah makin gampang terserang penyakit.
Jadi, jangan lupa selalu bawa botol air mineralmu kemanapun kamu pergi. :)
Apa harus menunggu gagal untuk berubah? Kalau besok Tuhan cabut nyawamu, apa tidak ada kata menyesal? Apa harus menunggu gagal untuk memulai sesuatu? Disaat semua sudah mencapai puncak gunung, kau tidak akan tahu, gunung itu akan meletus esok.
Kelinci yang larinya cepatpun bisa kalah dengan kura-kura yang larinya lambat. Hanya karena kelinci buang-buang waktu, hanya karena lengah. Kamupun begitu. Sekali kamu lengah dan membuang-buang waktu, kamu akan bernasib sama seperti kelinci. Kalah.
Jadilah kura-kura. Alon-alon asal kelakon. Kura-kura tidak lengah, tidak lelah.
Meski berlari sangat pelan, tapi dia tidak berhenti berlari. Kura-kura tidak lengah, karena dia tahu dia tidak berlari secepat kelinci. Dia memilih berlari sekuatnya dengan konstant; tanpa berhenti. Usaha juga seperti itu. Kalau kamu merasa tidak bisa apa-apa, tetap berusaha. Dengan konstant dan tidak lengah. Maka kamu akan menang.
Prinsipku dari dulu 1; ”Don’t look for perfection, look for Progress. When u make progress in everyday, you’ll make a perfection.
Waktu main
“Yah.. kalau aku belajar terus, kapan mainnya, kak?”. Pertanyaan itu sering dan sering dan sering banget kamu ucapin. Ya,kan? Dengan kamu lihat jadwal les kamu, jadwal belajar kamu, kamu pasti berfikir kapan kamu bisa main.
Helo mbakbro…. Kamu mau masuk PTN kan? IYA. Mau pake almamater PTN kan? IYA. Tapi mau ngorbanin kesenangan pribadi gak? I……bisa jadi.
Mana bisa ada yang begitu. Main mau, masuk ptn mau. Kalau kamu habiskan waktu kamu misalnya 2 jam untuk main, sementara penguasaan materi kamu sangat kurang bahkan kurang banget, apa fungsinya kamu main? Apa kamu ga merasa kamu sedang membodohi dirimu sendiri?
Gimana caranya kamu bisa menguasai materi untuk ujian sementara kamu kerjaannya cuma nongkrong di sana, nongkrong di sini?
Bayangin. Kamu main, sementara besok kamu ada tugas. Terus, pulang main kamu pasti capek banget bukan capek aja. Sampai rumah kamu pasti istirahat sebentar. Istirahatnya kamu ga mungkin semenit dua menit. Kamu pasti ketiduran sampai….. kamu kebangun karena kamu lupa kamu ada tugas. Kamu kelabakan belum ngerjain dan bingung mau ngerjainnya mulai dari mana.
Nah. Main aja udah ngabisin tenaga. Sementara efeknya apa? Cuma demi kesenangan sesaat,kan?
Pilih aja deh. Kamu mau susah-susah sekarang dan seneng-seneng nanti karena dapet PTN. Atau kamu mau seneng-seneng sekarang dan susah-susah nanti karena boro-boro dapet PTN, kamu bahkan susah-susahnya harus cari kampus yang masih buka dan mau nerima kamu? Pilih aja.
Ini adalah sebuah pengalaman dari teman seorang anak bimbingku. Anak ini hobi sekali main. Nongkrong ke sana lah, ke sini lah. Sementara dia punya mimpi buat masuk ke PTN yang saingannya bukan 1 atau 2 orang. Dia punya mimpi buat masuk ke PTN yang menjadi dambaan setiap orang. Anak ini selalu menghasut anak bimbingku untuk main ke tempat A, ke tempat B. Tapi selalu tidak di turuti alias anak bimbingku gamau ikutan main. Dengan alasan dia punya bakat yang (mungkin) menunjang dia bisa masuk ke ptn itu, dia bisa santai. Yah bro;
Talents without Hard Work means A bird without wings.
Lalu, apa yang terjadi? Dia bimbel di tempat yang….. ya, everyone knows gimana si kualitas bimbel itu. Bimbel yang bebas; mau masuk atau engga itu urusan si siswa yang it means dia bisa bolos seenaknya. Dan… you know what? Dia gagal. Dia gagal masuk ke PTN yang bahkan kata dia waktu itu; “Kalau aku gamasuk PTN yg aku mau, Aku masuk PTN P aja, kan gampang masuknya.”.
Disaat anak bimbingku sudah leha-leha dan sedang liburan, dia? Dia sedang sibuk masukin formulir pendaftaran ke sana ke sini yang it means dia masuk di gelombang terakhir yang it means biayanya gede banget bukan gede aja.
Bayangin. Waktu semua orang bayar sekian juta aja yang ga seberapa bayarannya, orangtua dia harus bayar sampai puluhan juta sampai jual ini itu.
Pertanyaannya adalah; apa kamu ga kasihan sama orangtuamu? Apa kamu tega nyusahin orangtua kamu terus?
Yakinlah, Tuhan tau niatmu tulus untuk membahagiakan orangtuamu. Tuhan tidak akan biarkan kamu sendirian.
Hidup itu ibarat karma. Apa yang kamu dapatkan nanti, adalah buah dari apa yang kamu lakukan sekarang.
"Mending capek-capek-an sekarang, terus nanti bisa tenang dapet ptn. Drpd tenang-tenang skg, terus nanti capek cari kampus yg masih buka."
"Lebih baik banjir keringat sekarang, terus dapet almamater ptn. Dari pada nanti banjir air mata, soalnya gagal dapet almamater ptn."
1.     2.       Teman dekat/Pacar
Ini adalah hal sensitive yang sebenarnya sesungguhnya sangat tidak bisa disinggung secara universal. Tapi aku punya beberapa saran. ^^
Buat kamu yang punya pacar.
Baguslah. Berarti kamu sudah menemukan tambatan hati. Tapi eits. Hati-hati. Ini adalah masa-masa penuh cobaan buat kamu. Buat kamu yang punya pacar.
Gak usah khawatir dan buru-buru mutusin pacar kamu. No. Bukan itu maksud aku. Tapi kalau pacarmu mendukung kamu sepenuhnya dengan segala kerja kerasnya kamu buat membahagiakan orangtua kamu alias masuk ptn, pertahanin. Jangan pernah lepasin pacar kamu yang mendukungmu sepenuhnya. Nikahin aja kalau perlu.
Kalau.. Buat … pacar yang ga ngertian sama kamu…. ya… ini… Susah. Tapi ini ada sedikit kutipan curhatan dari 2013 yang mutusin pacarnya karena pacarnya egois.
“Gue mutusin pacar gue bukan berarti gue ga sayang sama dia. Gue sayang banget. Gue sendiri berat buat mutusin dia, soalnya gue gamau kehilangan dia. Tapi gue tau, ini sebuah kosekuensi yang harus gue ambil. Kalau gue mau mendapatkan sesuatu, harus ada juga sesuatu yang gue korbanin. Ya kan,kak? Toh gue yakin kalaupun dia dan gue berjodoh, Tuhan bakal mempertemukan kita lagi. Fokus gue terpusat pada PTN,kak. Gue lebih milih bikin anak orang nangis daripada gue bikin orangtua gue nangis. Bikin orangtua nangis itu udah dosanya kaya segede gunung. Maka dari itu, gue takut bikin orangtua gue nangis.
Apa alasan gue mutusin pacar gue itu sangatlah berdasar. Pacar gue orangnya susah di atur. Dia egois. Dia maunya kemana-mana dianter gue. Main,nonton, beli ini beli itu harus ditemenin gue. Bahkan dia sempet ngomel ke gue kenapa gue sering banget pergi ke bimbel daripada pergi buat nemuin dia. Konyol banget,kan? Emang kalau gue ketemu dia setiap hari, dia bisa ngajarin gue apa? Gue tahan tuh berminggu-minggu. Sampai berapa bulan sebelum UAN, gue putusin dia. Gue janji, setelah gue lolos PTN, gue bakal pacarin dia lagi. Dia awalnya iya-iya aja. Tapi, seterusnya? Dia nangis berhari-hari, ngejar-ngejar gue, sms gue minta balikan. Tapi bukannya gue acuh, tapi fokus gue sekarang cuma buat bahagiain orangtua gue doang. Alhamdulillah. Dengan segala pengorbanan gue, gue berhasil masuk PTN yang namanya dijunjung tinggi di setiap kepala yang menginginkan masuk ptn ini.
Lalu gue berniat menepati janji gue. Eh…. Waktu gue mau ngehubungin dia duluan, ternyata dia sudah bersama yang lain. Alias sudah pacaran. Pacarnya? Sahabat gue sendiri. Ya, itulah hidup.
Kalau dia sayang sama lo, dia bakal nunggu lo sampe lo sukses. Kalau dia ga nunggu lo, itu berarti dia ga sayang sama lo. Simpel. Sekian,kak. Sampai detik ini gue ga nyesel gue mutusin dia, ya itu karena dia memang bukan yg terbaik buat gue. Itu aja. :)”
Jadi intinya? Jangan banyak macem. Sabarlah untuk waktu saat ini, jika pacar sedang serius mengejar apa yang kamu mau, sebagai pacar yang baik sudah seharusnya mendukung dan merelakan egoismu. Yakinlah, mereka melakukan apapun dengan tujuan yang baik. Sebagai pacar yang baik, doakan pacarmu. Agar ia senantiasa dijaga hatinya oleh si empuNya hati. Agar ia selalu dilindungi oleh si empuNya segala perlindungan di bumi.
Buat kamu yang jomblo.
Simpel aja. Bersyukurlah karena kamu sendiri.
Berarti Tuhan mau kamu ngebahagiain orangtua kamu dulu, daripada ngebahagiain seseorang yg bukan mahrammu.
Gapapa kamu ga punya pacar. Itu artinya, Tuhan memberi jalan padamu begitu lebar untukmu mencapai cita-cita. Juga tanda, kalau sebenernyaaaa, kamu gabisa fokus mikirin 2 hal. Maka dari itu, Allah suruh kamu fokus dulu sm cita-cita kamu.
Itu berarti, ini saatnya kamu untuk kejar apa yang kamu cita-citakan sejak dulu. Ini saatnya kamu meraih apa yang kamu mimpikan dari dulu. Hidupmu sebagai seseorang yang tidak memiliki keterikatan dengan siapa-siapa akan sangat mendukungmu untuk belajar mati2an. Tanpa galau, tanpa harus khawatir menunggu kabar dari sang kekasih.
Yakinlah, jodoh adalah cerminan diri. Jika kau ingin jodoh yang baik, maka perbaiki diri dulu.
1.        4. Gadget/Media Sosial

“Check in disini dulu ah, biar gaul.” Ucap seseorang yang hobi sekali update lagi dimana. Buat apa,bro? Mending lo update lagi kuliah di PTN yang keren. Keren banget.
Gausah iri sama temen2 kamu yang update lagi di Mall, lagi nonton film ini itu di bioskop. Sementara kamu lagi update soal-soal terbaru di bimbel/lagi kerja kelompok. Yaudah, kenapa harus malu? Kenapa harus gengsi? Ya elah. Main bisa kapan aja.
Check in yang keren itu disaat begini, misalnya;
“4 sks. Semangat. (@FISIP UI, Depok … blabla)” gimana? Siapa yang bisa asal check in disitu kalau bukan mahasiswa?
Update update galau. Yaelah bro. Apa gunanya kamu update yang galau-galau? Apa gunanya kamu update kalau masalah kamu banyak banget? Apalagi updatenya di media social. Menurut kamu, apa yang bisa orang lakuin pas baca tweet kamu yang katanya kamu banyak masalah? Mereka cuma bisa baca doang. Kenapa ga kamu ngadu update sama si Empunya kehidupan? Tuhan. Kenapa kamu malah kebanyakan nulis status galau? Kenapa ga minta Tuhan perbaiki hidupmu? Kenapa ga minta Tuhan turunkan kuasaNya? :)
Kebanyakan twitteran doesn’t mean you have anything. Apalagi kalau updatenya Cuma galau, galau, galau, dan galau. Ya elah.
Ketika kamu kebanyakan nge-refresh timeline, kapan kamu belajarnya? Apalagi kalau kamu bilang “Bosen deh twitteran, kerjaannya cuma refresh doang.” Ya kenapa malah lanjut twitteran? Apa sih fungsinya?
Coba bayangin, sekali kamu tweet, kamu menggunakan kekuatan tanganmu untuk memencet tombol2 gadgetmu. Kenapa ga kamu gunakan kekuatan tanganmu untuk ngerjain soal-soal?
Suatu saat, aku pernah dapat sebuah curhatan; “Kak, kenapa ya kalau aku belajar aku gampang ngantuk. Tapi kalau aku twitteran, aku malah ga ngantuk.”
Langsung saja kubalas; “yaudah, kalau di twitter ada jawaban SNMPTN Tulis(SBMPTN), silahkan twitteran terus.”
Sekali kamu twitteran, kamu bakal keterusan. Batasi dirimu untuk twitteran. Untuk sekedar mencari info2 penting, boleh. Untuk sekedar bersilaturahmi dengan orang yang jarang bertemu, silahkan. Tapi kalau untuk update galau, mention2an ga jelas, Do you think what you are doing to?
140 karakter di Twitter tak akan membuatmu pandai mengerjakan soal matematika dasar. Twitteran terus, update twitter, tak akan membuatmu akan lolos SBMPTN.
1.    5.   Teman-Teman yang Tidak Sejalan
Temanmu, orang yg duduk di bangku sebelahmu, teman sekelasmu, teman bimbelmu, orang yg duduk disebelah kamu waktu tryout atau teman sepermainanmu mungkin pernah bicara “Kamu mau masuk PTN? Emang kamu bisa? Emang kamu mampu? Emang kamu rengking 10besar? Emang nilai ulangan kamu bagus-bagus?
Pernah? Well, I had. Aku pernah mengalami masa ini.
Masa dimana, kalian diragukan hanya karena nilai ukuran kalian dikelas. 
Kalian nilai rapotnya ga bagus lah, ga aktif lah, dan sebagainya. 
Punya temen seperti itu? 
Well, I have no judgement for them. Niat mereka BAIK loh :) 
Mereka seperti itu karena mereka melihat kita hanya dari sisi luarnya. Mereka sebenarnya ingin kita berubah, mengubah kebiasaan kita yang nilai rapotnya ga bagus lah, yang ga aktif dikelas lah, menjadi sebaliknya. Menjadi pribadi yang baik.
Mungkin kalian pernah dengar “Benci beda tipis sama cinta” ? 
Nah, mereka itu sebenarnya cinta sekali dengan kita, toh buktinya mereka ngoreksi kesalahan kita,kan? Mereka yg tau jeleknya kita kan?
Ambil semua omongan mereka yang meragukanmu sebagai motivasi besar-mu. 
Perbaiki semua sifat jelekmu tanpa harus kau beritahu pada dunia. maksudnya, cuma kamu sendiri yang tau kalau kamu sudah berubah. 
Tunjukkan kalau kamu BISA. Lebih BISA dari apa yang mereka kira, lebih dari apa yang mereka rendahkan. Kamu belajar dengan rajin, fokus dengan tujuan akhir kamu. Ingat satu hal, Jangan memikirkan apa yg tidak perlu dipikirkan. Itu penting untuk kelas 12. :) 
Toh, kalau kita sudah BISA menunjukkan kalau kita BISA mencapai MIMPI kita dan mereka.. (maaf) tidak, mereka akan diam. 
You don’t need to hate the haters. Love them, and show them who’s “YOU”.
“Kalau teman yang tidak mau diajak ke arah kebaikan, gimana?”
Never mind. Tak perlu banyak bertindak lebih. Yang paling penting adalah selalu ingatkan mereka untuk melakukan kebaikan itu. Misalnya mengingatkan mereka belajar. Yaudah, kalau mereka tak mau ikut kamu berubah dan belajar lebih rajin, meski kamu sudah cubit atau tampar muka temanmu supaya dia berubah dan sadar, diam saja. Biarlah dia menentukan jalan sendiri. Yang penting, kita selalu ingatkan dia untuk belajar. Kalau sudah sampai ke tahap “menampar” tapi dia tidak juga bangun, yasudah. Biarkan saja mereka tertidur. Mereka saja yang tidak tahu betapa beruntungnya punya teman yang meningatkan ke arah kebaikan. Biarlah Tuhan yang “menampar” mereka.
Sahabat yang baik itu ga akan; “Iya gapapa” pas lo bikin salah. Sahabat yang baik pasti bakal nampar muka lo waktu lo bikin salah. Sahabat yang baik ga akan ngegandeng tangan lo pas lo mau ngelakuin hal yg salah. Dia pasti bakal cubit tangan lo biar lo tau kl lo salah.
Ibarat kata; Sahabat yg baik ga akan ngasih lo makan kue pas lo lagi diabetes. Dia pasti ngelempar kuenya ke lantai karena dia tau lo gaboleh makan itu.
dan… 1 hal.
Kalau lo mau maju, jgn cari temen yg ngedukung kejelekan yg lo punya. Cari orang yg ngancem mau bunuh lo kl lo tetep lakuin kejelekan itu.
1.         6.   Nazar/Ikhtiar

Ikhtiar adalah sebuah usaha yang kamu persembahkan sebagai bentuk meyakinkan Tuhan atas segala usahamu menginginkan sesuatu untuk Tuhan kabulkan..
Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita shalat 5 waktu. Sebagai ikhtiar, tambahkan Shalat sunah disaat istirahat atau waktu luang di jam 10 pagi. Sebagai ikhtiar tambahan, rajin-rajinlah Puasa sunah senin-kamis. Kata guru ngajiku, puasa senin kamis itu menghapus dosa-dosa dan juga melancarkan segala usaha yang sedang di jalani. Believe or not, aku sudah membuktikannya sendiri dan sudah berhasil ku terapkan pada beberapa anak bimbingku yang berhasil lolos PTN.
Shalat Sunah, selain menghilangkan ngantuk, juga membuat malaikat senang berada di dekat kita. Kata guru ngajiku lagi, shalat sunah itu sebagai bentuk ketaatan umat terhadapNya. Maka dengan taat itulah, malaikat-malaikat akan senang menemani kita dan jika malaikat senang menghampiri kita, Allah pun senang. Dan jika Allah senang? Tiada ragu kuasa Allah akan bersama kita. :)
"Indeed, Allah is with the Patient." - Al Baqarah;153
"Barangsiapa yang menadahkan tangannya dan berdoa, Allah tidak akan membiarkan tangannya itu kembali kosong." - Ali Habib Ali Zainal Abidin.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Munafiqun: 11)
Nazar.
Nazar adalah sebuah janji yang kita ucapkan sebagai jaminan jika Tuhan mengabulkan keinginan kita, apa yang akan kamu lakukan?
Sederhana saja. Dulu aku bernazar, sebelum pengumuman diterima/tidaknya aku di PTN, aku harus(bernazar) untuk Khatam Al Qur’an. Susah memang dengan segala kesibukan les sana sini, kerja kelompok sana sini. Biasanya, aku sempatkan saat shalat isya/shalat tahajud untuk paling sedikit kubaca 2 lembar. Kalau waktuku sedang renggang, aku biasanya baca 4 halaman.
Jangan bermain-main dengan nazar. Nazar ini hukumnya berat. Kata ustad waktu tarawih, jika nazar ini dilanggar, hukumannya mungkin saja 2; 1. Tidak dikabulkannya keinginan. Atau 2. Tidak diterimanya Shalat selama 1000 hari. Waduh, berat,ya?
Maka dari itu bila ingin bernazar, cari nazar yang sekiranya mampu kamu lakukan dengan ikhlas. Toh, Allah tidak memaksamu. Hanya jika dalam hatimu menginginkan Allah mengabulkan, lebih baik mulai bernazarlah.
****
Siapapun kamu, apapun agamamu, kamu pasti punya Tuhan.
Kamu pasti percaya Tuhan.
Apapun agamamu, Tuhan Maha Melihat. Tuhan Maha Mendengar.
Tuhan tak pernah tidur.
Tuhan Maha Melihat dan Maha Mendengar.
Tuhan Maha Melihat setiap jengkal usahamu. Apakah setiap usahamu pantas untuk menjadi jaminan untuk Tuhan kabulkan Mimpimu? Apakah setiap jengkal langkah kakimu pantas Tuhan arahkan kearah Mimpimu berada?
Tuhan Maha Melihat, apakah kau berusaha sungguh-sungguh demi Mimpimu?
Tuhan Maha Melihat, apakah kau hobi Mengeluh atau Mensyukuri NikmatNya?
Tuhan Maha Mendengar. Ia tak pernah tidur dan tak pernah bosan mendengar segala doa-doamu. Tuhan tak pernah berhenti tersenyum mendengar doamu.
Tuhan Maha Melihat, apakah kau percaya padaNya dengan cara selalu rajin beribadah kepadaNya atau percaya pada “Hal” lain? Percaya akan Tuhan, bahwa ia akan mengabulkan Mimpimu? Percaya tentang kasih sayang Tuhan yang luar biasa terhadap umatNya?
Dekat dengan Tuhan, Percaya akan Tuhan.
"katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuni Nya dosa-dosa kamu. Dan Al­lah adalah Maha pengampun lagi Penyayang." (Al Imran: 31).
“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.” – Amsal: 3:3-4



5 Comments: (+add yours?)

Heni Qurrota mengatakan...

terimakasih ka sarannya, sangat bermanfaat! tahun ini aku masuk kls 12. insya Allah akan aku perjuangkan!;)

evia riska mengatakan...

terimakasih kak. aku sudah kelas 12 tp semangatku naik turun. gmn cara mengatasinya ya kak? padahal aku jomblo. aku suka males belajar. tp aku ingin berubah kak. kdg aku sudah buat jadwal tp jarang aku tepatin jadwalnya. mohon saranny kak.

evia riska mengatakan...

terimakasih kak. aku sudah kelas 12 tp semangatku naik turun. gmn cara mengatasinya ya kak? padahal aku jomblo. aku suka males belajar. tp aku ingin berubah kak. kdg aku sudah buat jadwal tp jarang aku tepatin jadwalnya. mohon saranny kak.

evia riska mengatakan...

terimakasih kak. aku sudah kelas 12 tp semangatku naik turun. gmn cara mengatasinya ya kak? padahal aku jomblo. aku suka males belajar. tp aku ingin berubah kak. kdg aku sudah buat jadwal tp jarang aku tepatin jadwalnya. mohon saranny kak.

Faisal Fachrureza mengatakan...

Terima kasih untuk artikel yang sangat panjang ini. Saya sangat termotivasi untuk giat belajar demi masuk di PTN...sekali lagi terima kasih :)

Poskan Komentar