Tutorial Cara Membuat Water Rocket Sederhana




Roket Air. Postingan ini juga diposting di blog Evy (My Friend) karena Evy  sekelompok dengan saya dalam pembuatan tugas roket ini

 A. Tujuan

Untuk mengetahui penerapan dari teori momentum, impuls dan tumbukan dalam contoh sederhana yaitu roket air.

2

B.   Alat dan Bahan

1.         2 Botol Aqua 1500 ml
2.         Air Soda
3.         Gabus (untuk sayap)
4.         Gunting
5.         Cutter
6.         Lakban, Double Tip, Selotip
7.         Karton
8.         Plastisin
9.         Pentil Ban
10.     Alat Tulis
11.     Pompa Ban
12.     Pipa PVC
13.     Dop pipa 3 buah
14.     Tee PVC 2 buah
15.     Gergaji, Paku, Palu

C.   Langkah Kerja

1.         Badan Roket
·            Siapkan 2 botol Aqua, 1 botol dipotong bagian bawahnya.
·            Gabungkan kedua botol dengan menggunakan lakban.
·            Tutup bagian badan botol dengan karton, lekatkan dengan lakban.
·            Selesai.
2.         Moncong Roket
·            Buatlah lingkaran dengan menggunakan jangka ukur dan gunting.
·            Setelah itu potong lingkaran menjadi setengah lingkaran.
·            Kemudian bentuklah setengah lingkaran yang tadi menjadi kerucut.
·            Isi kerucut dengan menggunakan plastisin.
·            Gabungkan moncong yang telah jadi dengan badan roket menggunakan selotip.
·            Selesai.
3.         Sayap
·            Potong gabus membentuk segitiga siku-siku sebanyak 4 buah.
·            Lapisi sayap yang telah jadi dengan menggunakan karton.
·            Tempelkan kedua sayap ke badan roket dengan menggunakan double tip.
·            Selesai.
4.         Pipa Alat Peluncur
·            Untuk membuat pipa peluncur, siapkan bahan pipa PVC 50 cm, 30 cm dan 20 cm; dop pipa 2 buah; Tee PVC 3 buah; pentil ban; gabus;  lakban; paku; palu; cutter dan gergaji
·            Sambungkan pipa utama berukuran 50 cm dengan pipa lainnya yang berukuran 30 cm dan 30 cm sebagai kaki pipa peluncur dengan Tee PVC, dan tutup ujung pipa dengan dop pipa  seperti gambar di bawah :



·            Potong gabus menjadi berbentuk lingkaran dan lubangi tengahnya dan disesuaikan dengan diameter pipa
·            Masukkan gabus yang telah dipotong ke dalam pipa dan rekatkan dengan lakban sampai gabus terpasang dengan kuat. Gabus disini berfungsi untuk menyumbat bagian bawah roket supaya air tidak keluar saat roket akan diterbangkan.
·            Lubangi pipa bagian bawah roket, lalu masukkan pentil ban ke dalam pipa yang telah dilubangi dan rekatkan dengan lakban.
·            Selesai

5.        Peluncuran Roket Air


·            Siapkan pompa ban, pipa peluncur dan roket air yang akan diterbangkan.
·            Masukkan pentil ban ke ujung pompa untuk mengalirkan udara ke roket air.
·            Masukkan roket air ke ujung pipa peluncur.
·            Pompa sekuat-kuatnya sampai tekanan udara di dalam botol mendesak keluar lalu lepaskan roket dan roket siap meluncur.
·            Selesai 

PEMBAHASAN

Roket air merupakan roket yang berbahan pendorong air dan udara bertekanan. Seperti kita ketahui bersama bahwa udara dalam suatu ruangan akan menekan ke segala arah dan akan mengalir menuju tekanan yang lebih rendah. Dengan dasar tersebut, jika suatu botol diisi dengan udara dengan tekanan tertentu maka udara dalam botol akan menekan ke segala arah dan jika botol dilubangi pada suatu titik maka udara akan keluar dari lubang tersebut dan akan menyebabkan gaya yang berlawanan arah dari keluarnya udara. Perubahan momentum pada lubang pengeluaran sama dengan perubahan momentum yang dialami roket, jadi air dan udara yang keluar dari dalam botol menyebabkan botol terdorong berlawanan arah dari keluarnya air dan udara.
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, kami mengetahui bahwa ketika roket  dipompa, air pada roket  mendapatkan tekanan udara dari pompa. Ketika sumbat sudah tidak dapat menahan tekanan udara dalam roket, maka roket akan mengeluarkan gaya dorong  air dari bawah roket. Akibatnya, gaya dorong roket akan membuat roket meluncur ke atas. Hal ini sesuai dengan konsep hukum III Newton  yang berbunyi ”Jika setiap benda di berikan gaya  aksi maka benda tersebut memberikan gaya yang sama besar namun berlawanan arah”(Hukum Aksi= -Reaksi)
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jauh dan tingginya roket saat terbang, antara lain :

1.      Bentuk sayap dan pemberat
        Sayap sangat menentukan keseimbangan roket saat terbang. Semakin bagus bentuk roket, semakin seimbang roket saat terbang. Biasanya, jumlah minimal sayap yang digunakan adalah 3 sayap, tetapi 4 sayap juga bisa digunakan. Pemberat berfungsi sebagai beban kerucut roket saat terbang. Pemberat juga berpengaruh terhadap keseimbangan dan jatuhnya roket.  
2.      Jumlah air dalam botol
        Air berfungsi sebagai pendorong saat roket meluncur. Pada saat air sudah habis disembur keluar dari botol, maka roket sudah tidak mempunyai alat unutk mendorong lagi. Semakin banyak air yang terisi dalam botol, semakin besar pula dorongan yang terjadi. Tetapi, jika terlalu banyak air, maka roket hanya mempunyai sedikit ruang untuk udara yang berfungsi sebagai penyembur air, sehingga jika terlalu banyak air, dorongan akan menjadi lebih kecil dan roket menjadi berat.
3.      Kuat sumbatan
        Semakin rapat sumbatnya, semakin banyak pula udara yang masuk melalui pompa, sehingga tekanan semakin besar.
4.      Kekuatan memompa
       Semakin kuat tekanan udara yang dihasilkan dari pompa, semakin besar pula tekanan udara dalam botol. Hal ini mengakibatkan roket meluncur semakin jauh.
5.      Arah angin
 Angin juga berpengaruh terhadap arah luncuran roket. Maka dari itu, arah angin juga perlu diperhatika saat meluncurkan roket. Jika saat roket terbang arah angin berlawanan dengan luncuran roket, maka roket akan semakin sulit menumbus angin. Maka sebaiknya tentukan terlebih dahulu arah mata angin dan terbangkan roket searah dengan angin berhembus.


B.     KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa :

      Roket air adalah sejenis roket model yang menggunakan bahan bakar air sebagai reaksi massa.
      Pada dasarnya, sebuah roket memanfaatkan gaya aksi-reaksi pada hukum III Newton.
      Bahan bakar yang berupa air  menciptakan gas panas yang terus mengembang sehingga menghasilkan tekanan ke bawah dan mendorong roket untuk meluncur.

Juga, dapat kami simpulkan bahwa banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi jauh dan tingginya roket saat terbang, diantaranya adalah  bentuk sayap dan pemberat, jumlah air dalam botol, kuat  sumbatan, kekuatan memompa dan arah angin. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan beberapa faktor tersebut sebelum kita melakukan percobaan penerbangan roket air.


DAFTAR PUSTAKA

http://langitselatan.com/ (28 November 2012 pukul 09:40 AM)
http://apadong.com (28 November 2012 pukul 09:15 AM)
www.youtube.com



0 Comments: (+add yours?)

Poskan Komentar