All About Hokkaido

Hokkaido, yang juga merupakan salah satu prefektur di Jepang, memiliki ibukota yang terletak di Sapporo. Beberapa objek jalan-jalan di Hokkaido sbb:
1. Kushiro Shitsugen National Park
Taman ini berada di Kushiro -Shi. Sesuai dengan namanya, taman ini merupakan taman shitsugen (paya). Pemandangan ini bisa dinikmati cukup dengan mengunjungi tenboudai-tenboudai (observatory) yang ada di Kushiro (gambar di samping diambil dari Hosooka Tenboudai). Sayangnya, tempat ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan sewa karena angkutan umum yang menuju ke taman ini tidak tersedia, Oleh karenanya, sangat disarankan agar bepergian ke taman ini dengan ditemani oleh orang yang kuwashii (tahu detail) tentang Kushiro J
2. Tokachidake Onsen
Tokachidake Onsen (Pemandian air panas Tokachidake) terletak di kawasan gunung Tokachidake yang merupakan gunung vulkano dengan ketinggian 2.077 m. Dari pemandian air panas ini bisa dinikmati pemandangan sekitar gunung Tokachidake.
3. Drift Ice Abashiri
Setiap tahunnya sekitar akhir bulan januri sampai sekitar akhir bulan maret, kita bisa menyaksikan es yang terapung di atas permukaan laut. Pemandangan arus es ini antara lain bisa kita nikmati di Abashiri. Kalau lagi beruntung, kita bisa melihat kawanan anjing laut yang 'bermain-main' di atas es yang mengapung ini.
4. Sapporo Odori Park
Taman ini merupakan taman `gede` (odori = jalan besar) yang membelah kota Sapporo menjadi bagian utara dan selatan. Taman yang juga berfungsi sebagai green belt kota Sapporo ini memiliki panjang 1.500 meter (namanya juga odori J ). Di bagian timur taman ini terdapat Sapporo Terebi Tou ( Menara Televisi Sapporo) yang merupakan simbol taman ini. Menara ini dibangun pada tahun 32 Showa (1957 M) sebagai pemancar dan penerima gelombang. Di menara ini juga terdapat lightning watch (bahasa Indonesianya apa ya? J ) sebagai pelengkap simbol taman ini.
5. Danau Akan
Danau Akan (Akan ko) berada di bagian timur Hokkaido . Danau ini terbilang cukup unik karena marimo (sejenis alga hijau yang hidup di danau air segar) dapat kita temukan dengan mudah di danau ini. Marimo di danau Akan ini pertama kali ditemukan oleh Tetsuya Kawakami pada tahun 1897, dan dinamakan marimo karena bentuknya yang menyerupai bola. Danau ini adalah tipe danau kaldera dengan keliling 26 km dan dikelilingi oleh hutan zaman purba yang masih asri.
6. Danau Masyu
Danau Masyu (Masyu ko) dapat kita temui di Hokkaido Akan National Park, yang merupakan danau kaldera dengan keliling 21 km, luas 19,2 km2 dan kedalaman terbesar 212 meter. Yang menjadi keunikan dari danau ini adalah kejernihan airnya, di mana kita kita masih bisa melihat ke dalam danau sampai kedalaman sekitar 25 meter. Tingkat kejernihan air ini tergolong tinggi, dan bukan hanya untuk skala Jepang, tetapi juga untuk skala internasional. Tidak adanya sungai yang bercampur dengan danau ini, dan suhu air yang rendah sehingga plankton sulit berkembang biak menjadi faktor utama pendukung kejernihan danau ini. Pemandangan danau yang dikelilingi oleh jurang ini dapat dinikmati dari tiga tenboudai yang ada di sekelilingnya, yakni masyukodaiichi tenboudai, masyukodaisan tenboudai, dan uramasyutenboudai yang ketinggian masing-masing tenboudai berbeda.
7. Semenanjung Shiretoko
Kawasan ini adalah salah satu yang menjadi hokori (kebanggaan) masyarakat Jepang, khususnya Hokkaido, karena sejak tahun 2005 kawasan ini telah ditetapkan sebagai salah satu situs peninggalan dunia. Anjing laut, beruang, elang, serigala, dan binatang-binatang liar lain sebagai bagian utama kawasana ini yang senantiasa mempertahankan hidupnya dan menjaga komunitasnya dari serangan musuh alami menjadikan kawasan ini sebagai kawasan yang masih menjaga kealamiannya.
8. Asahiyama Zoo
Kebun binatang Asahiyama terletak di Asahikawa -Shi, yang merupakan kota terbesar kedua di Hokkaido setelah Sapporo. Di sini kita bisa melihat secara langsung penguin, beruang kutub, badak, macan, dan binatang-binatang lain yang jarang kita lihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari kita.
9. Museum Ainu Shiraoi
Ainu adalah suku asli pulau Hokkaido yang secara latar belakang kultural dan rasial berbeda dengan penduduk Jepang asli. Menurut beberapa keterangan, suku Ainu adalah keturunan dari ras Mongoloid yang memasuki pulau Jepang sebelum periode Jomon yang selanjutnya tergantikan dan berasimilasi dengan penduduk Jepang asli yang meluaskan pendudukannya ke wilayah utara. Saat periode Meiji (1868-1912), suku Ainu menerima status sebagai `former aboriginals`. Akan tetapi, suku Ainu pernah mengalami masa-masa diskriminasi selama beberapa tahun. Pada tahun 1997, ditetapkan sebuah undang-undang yang menyediakan dana penelitian dan pengembangan kebudayaan suku Ainu. Sayangnya, saat ini keberadaan suku Ainu sangat sulit ditemukan karena sangat sedikitnya suku Ainu yang masih hidup.


Anda juga bisa mencicipi beragam makanan di Hokkaido, di antaranya :

 Ramen
Miso ramen yang asli hanya bisa Anda temukan di Sapporo, Hokkaido. Sebagai tempat asal ramen, kios-kios dan restoran ramen tersebar di seluruh kota. Dua tempat yang terkenal di kalangan turis adalah Ramen Republic dan Ramen Yokocho. Ramen Yokocho, sebuah gang sempit yang dipadati warung-warung menyajikan ramen Sapporo yang terkenal, dapat ditempuh dengan 3 menit berjalan kaki dari stasiun kereta bawah tanah Susukino.

Daerah ini juga merupakan tempat hiburan dan kawasan red light yang populer, mulai 'hidup' saat matahari terbenam. Dua stasiun selanjutnya dari Susukino adalah taman hiburan Ramen Republic, berlokasi di lantai 10 Sapporo ESTA, kompleks bisnis tepat di depan Stasiun Sapporo. Sayangnya, tempat-tempat ramen yang popular ini terlalu dikomersialkan, harga yang mereka pasang ditujukan bagi turis dan pengunjung. Namun tak perlu khawatir, semangkuk ramen yang enak bisa dengan mudah ditemukan di mana saja di kota. Anda tinggal mencari beberapa penanda warung ramen yang enak - kecil, mungkin sedikit kumuh, tapi antriannya penuh, bahkan di tengah musim dingin.


Bir
Menyicipi bir adalah hal yang tidak boleh Anda lewatkan ketika menjelajah Hokkaido. Selain sake, Hokkaido terkenal dengan bir. Dengan banyaknya pabrik pengolahan di seluruh pulau, pastikan Anda mampir ke salah satunya untuk menyicipi bir yang baru selesai dibuat. Empat produsen bir yang terkenal adalah Kirin, Sapporo, Suntory, dan Asahi. Namun, tempat-tempat pembuatan kecil juga menawarkan bir yang tak kalah memuaskan.

Salah satu rekomendasi adalah mencoba makan malam Genghis-khan (domba panggang) dengan bir spesial di Pabrik Bir Sapporo. Perpaduan sempurna antara kelembutan cita rasa dengan alkohol - betul-betul sebuah kenikmatan duniawi!


Makanan Laut
Beragamnya pilihan di Hokkaido bisa menjadikan tempat ini surga bagi penyuka makanan laut. Daging kepiting, ikan salmon, scallop, landak laut, telur ikan salmon, semuanya tersaji segar untuk dinikmati. Kepiting-kepiting berukuran amat besar kerap menjadi pilihan para turis dan penduduk lokal. Pasar pagi di Hakodate adalah tempat mendapatkan makanan laut yang masih segar, hidup bahkan. Hakodate Asaichi (pasar pagi Hakodate) terletak sangat dekat dari stasiun JR Hakodate. Terdapat 360 toko, penjaja atau restauran yang menjual makanan laut. Bersiaplah untuk bangun lebih awal, pasar paling penuh aksi antara jam 6 hingga 7 pagi.


Cokelat
Anda tidak bisa meninggalkan Hokkaido tanpa membawa pulang sekotak Shiroi Koibito atau produk-produk Royce. Cokelat-cokelat ini sengaja dibuat sebagai penggoda indera perasa, dengan aroma kelapanya yang kaya dan menggiurkan, membangkitkan segala hasrat demi kegemaran akan cokelat.

Kunjungi Taman Shiroi Koibito - pabrik cokelat Ishiya, tempat pembuatan Shiroi Koibito. Dengan tiket masuk seharga 600 yen, Anda seperti memasuki dunia "Charlie dan Pabrik Cokelat" versi Charles Dickens. Selain melihat proses produksi secara langsung, ada galeri yang menampilkan kemasan dan kaleng cokelat, ratusan cangkir teh dan cokelat panas, bahkan koleksi mainan anak-anak dari seluruh dunia. Benar-benar sebuah pengalaman yang penuh kenangan masa kecil.


Salju
Musim dingin adalah puncak aktivitas. Meskipun Februari 'membeku', Odori Park semarak oleh orang-orang yang bersiap untuk festival salju terbesar sepanjang tahun. Festival Salju Sapporo sudah tersohor di dunia, mengundang 2 juta pengunjung untuk datang ke Hokkaido setiap tahun. Para 'pematung' salju pun datang berkumpul dari seluruh dunia untuk saling berlomba.

Berbagai bentuk pahatan terlihat di sepanjang jalan, Hokkaido seperti sebuah kerajaan salju. Patung-patung itu bisa setinggi bangunan tiga lantai, berbentuk karakter kartun seukuran manusia, atau meniru monumen dan ikon termasyhur, semuanya terbuat dari es. Betul-betul mengagumkan! Malam hari adalah waktu terbaik untuk menikmati karya seni ini, saat lampu-lampu jalan menerangi dan mengubah Hokkaido menjadi negeri dongeng raksasa.


0 Comments: (+add yours?)

Poskan Komentar