Tampilkan postingan dengan label About Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Japan. Tampilkan semua postingan

Facts about Japan

0 Comments



1. Di Jepang, angka “4 dan “9 tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4 dan “9. “4 dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9 dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka “8. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.

16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.

21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju. Entahlah...
22. Daging kuda mentah merupakan makanan yang sangat populer di Jepang.
23. Sangking penuhnya penumpang kereta di Jepang, petugas kereta dipekerjakan untuk menjejalkan orang-orang yang ingin naik ke dalam kereta api.
24. Jepang merayakan Natal, tetapi lebih seperti Hari Valentine di dunia barat. Mereka cenderung merayakannya hanya berdua dengan pasangan masing-masing.
25. Bahasa Inggris yang ditulis dengan ejaan buruk dapat ditemukan di mana-mana, termasuk T-shirt dan barang-barang fashion lainnya.
26. Lebih dari 70% wilayah Jepang terdiri dari pegunungan, termasuk lebih dari 200 gunung berapi.
27. Gunung Fuji (Fujiyama), gunung tertinggi di Jepang, adalah gunung berapi yang masih aktif
28. Banyak orang Jepang yang tidak mengetahui perbedaan antara Shintoism dan Buddhism.
29. Sebuah melon berkualitas tinggi dapat dijual dengan harga lebih dari $300US.
30. Ada 4 sistem penulisan di Jepang, romaji (romanization dari Bahasa Jepang), katakana, hiragana, dan kanji.
31. Kopi merupakan minuman yang sangat popular. Jepang mengimport sekitar 85% dari produksi kopi tahunan di Jamaika.
32. Tingkat kecakapan menulis dan membaca (keaksaraan) masyarakat Jepang hampir 100%.
33. Sumo adalah olahraga nasional Jepang. Bisbol juga merupakan olah raga yang sangat popular di Jepang.
34. Pegulat Sumo makan rebusan yang disebut Chankonabe untuk menggemukan badan. Banyak restoran di Ryogoku (distrik Tokyo) yang menjual makanan ini.
35. Banyak toilet di Jepang, baik toilet di rumah maupun toilet umum, memiliki sistem built-in bidet (semacam semprotan kecil) untuk membersihkan bagian belakang Anda.
36. Bila Anda menggunakan kamar kecil di rumah seseorang, Anda harus memakai sandal kamar mandi khusus agar tidak mencemari tempat lain di rumah tersebut.
37. Jika seseorang makan mie, terutama soba, mereka memakan dengan cara menyedotnya keras-keras dengan mulut. Hal ini sering dikarenakan menyedot melambangkan bahwa makanan tersebut lezat, tetapi juga berfungsi untuk mendinginkan panasnya makanan.
38. Jepang adalah konsumen terbesar di dunia kayu yang berasal dari hutan hujan Amazon.
39. Mesin penjual otomatis (vending machine) di Jepang menjual bir, kopi kaleng, rokok, bahkan payung, celana dalam, mobil, telur, dan item lainnya.
40. Ketika seseorang pindah ke sebuah apartemen, biasanya mereka sering diminta untuk memberikan "hadiah" berupa uang sebesar uang sewa dua bulan kepada pemilik/tuan tanah.
41. Ada sekitar 1.500 gempa bumi setiap tahun di Jepang.
42. Sama seperti orang Indonesia, orang Jepang terbiasa untuk makan dengan nasi setiap kali makan, termasuk sarapan.
43. Rata-rata harapan hidup di Jepang adalah salah satu yang tertinggi di dunia. orang Jepang hidup rata-rata 4 tahun lebih lama dari Amerika.
44. Jepang adalah produsen mobil terbesar di dunia.
45. Bahasa Jepang memiliki ribuan kata-kata pinjaman luar negeri, yang dikenal sebagai gairaigo. Kata-kata ini sering dipotong, misalnya komputer pribadi (personal computer) = paso kon. Jumlah kata-kata pinjaman luar negeri ini terus meningkat.
46. Pasar Tsukiji di Tokyo adalah pasar ikan terbesar di dunia.
47. Meskipun penangkapan ikan paus dilarang oleh IWC, Jepang masih melakukan perburuan ikan paus di bawah alasan "penelitian". Namun, daging ikan paus yang diburu berakhir di restoran dan supermarket.
48. Beberapa pria di Jepang mencukur kepala mereka sebagai bentuk permintaan maaf.
49. Beberapa wanita di Jepang memotong rambut mereka setelah putus dengan pacar.
50. Tokyo telah mencatat 24 kasus orang, baik terbunuh atau menerima patah tulang tengkorak serius, ketika sedang saling membungkuk untuk mengucapan salam tradisional Jepang.
51. Novel pertama, The Tale of Genji, ditulis pada 1007 oleh seorang wanita bangsawan Jepang, Murasaki Shikibu.
52. Karaoke berarti "orkes kosong" dalam bahasa Jepang.
52. Dalam pelatihan Sumo, pesumo junior harus memandikan pesumo senior dan bekerja keras untuk menjangkau tempat-tempat yang bersih.
54. Perbedaan ukuran tinggi lantai dapat membantu menunjukkan kapan kita harus melepas sepatu atau sandal. Di pintu masuk ke rumah di Jepang, lantai biasanya akan dinaikkan sekitar 6 inci, yang berarti Anda harus melepaskan sepatu dan memakai sandal rumah. Jika rumah memiliki ruang tikar tatami lantainya mungkin dinaikkan sekitar 1-2 inci, artinya Anda harus melepaskan sandal Anda.
55. Mie ramen adalah makanan populer di Jepang dan ada kepercayaan bahwa dibutuhkan latihan ekstensif untuk membuat kaldu sup yang lezat.
56. Dibutuhkan sekitar 7-10 tahun pelatihan intensif untuk menjadi koki ikan fugu (blowfish). Pelatihan ini mungkin tidak diperlukan lagi di masa mendatang dikarenakan beberapa peternakan ikan fugu di Jepang memproduksi fugu non-racun.
57. Oven sangat tidak umum di dapur orang Jepang, tetapi kebanyakan rumah tangga memiliki rice cooker.
58. Geisha berarti "orang seni" dan geisha pertama sebenarnya laki-laki.
59. Ada adat Jepang kuno bagi perempuan untuk menghitamkan gigi dengan pewarna sebagai gigi putih dianggap jelek. Praktek ini berlanjut sampai akhir era 1800-an.
60. Di zaman Jepang kuno, mata kecil, wajah bulat bengkak, dan tubuh gemuk merupakan daya tarik seseorang.
61. Beberapa perusahaan tradisional di Jepang melakukan sesi olah raga pagi bagi para pekerjanya untuk mempersiapkan mereka menghadapi pekerjaan sehari-hari.
62. Terdapat es krim dengan rasa yang luar biasa aneh di Jepang. Sebut saja es krim rasa lidah banteng, es krim bawang putih, es krim wasabi, es krim ikan paus, es krim belut, dan lain-lain.
63. Beberapa sekolah menengah atas (SMA) di Jepang menerapkan aturan bagi para siswinya agar panjang rok yang dikenakan tidak boleh lebih dari 5 inchi di atas lutut. Wow!
64. Karakter huruf yang membentuk nama Negara Jepang (Nippon (にっぽん) dan Nihon (にほん)) memiliki arti "asal-matahari",itulah sebabnya Jepang kadang-kadang disebut sebagai "Tanah Matahari Terbit".
65. Karena penampilan makanan penting di Jepang, para ibu harus membuat bento (nasi bekal) dengan bentuk yang menarik. Jika tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka dia akan menata kembali hingga dia puas dengan penampilan bento secara keseluruhan.
66. Ketika mandi tubuh dan rambut harus benar-benar digosok dengan sabun dan dibilas hingga bersih sebelum memasuki bak mandi atau furo.

READ MORE - Facts about Japan

All About Hokkaido

0 Comments

Hokkaido, yang juga merupakan salah satu prefektur di Jepang, memiliki ibukota yang terletak di Sapporo. Beberapa objek jalan-jalan di Hokkaido sbb:
1. Kushiro Shitsugen National Park
Taman ini berada di Kushiro -Shi. Sesuai dengan namanya, taman ini merupakan taman shitsugen (paya). Pemandangan ini bisa dinikmati cukup dengan mengunjungi tenboudai-tenboudai (observatory) yang ada di Kushiro (gambar di samping diambil dari Hosooka Tenboudai). Sayangnya, tempat ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan sewa karena angkutan umum yang menuju ke taman ini tidak tersedia, Oleh karenanya, sangat disarankan agar bepergian ke taman ini dengan ditemani oleh orang yang kuwashii (tahu detail) tentang Kushiro J
2. Tokachidake Onsen
Tokachidake Onsen (Pemandian air panas Tokachidake) terletak di kawasan gunung Tokachidake yang merupakan gunung vulkano dengan ketinggian 2.077 m. Dari pemandian air panas ini bisa dinikmati pemandangan sekitar gunung Tokachidake.
3. Drift Ice Abashiri
Setiap tahunnya sekitar akhir bulan januri sampai sekitar akhir bulan maret, kita bisa menyaksikan es yang terapung di atas permukaan laut. Pemandangan arus es ini antara lain bisa kita nikmati di Abashiri. Kalau lagi beruntung, kita bisa melihat kawanan anjing laut yang 'bermain-main' di atas es yang mengapung ini.
4. Sapporo Odori Park
Taman ini merupakan taman `gede` (odori = jalan besar) yang membelah kota Sapporo menjadi bagian utara dan selatan. Taman yang juga berfungsi sebagai green belt kota Sapporo ini memiliki panjang 1.500 meter (namanya juga odori J ). Di bagian timur taman ini terdapat Sapporo Terebi Tou ( Menara Televisi Sapporo) yang merupakan simbol taman ini. Menara ini dibangun pada tahun 32 Showa (1957 M) sebagai pemancar dan penerima gelombang. Di menara ini juga terdapat lightning watch (bahasa Indonesianya apa ya? J ) sebagai pelengkap simbol taman ini.
5. Danau Akan
Danau Akan (Akan ko) berada di bagian timur Hokkaido . Danau ini terbilang cukup unik karena marimo (sejenis alga hijau yang hidup di danau air segar) dapat kita temukan dengan mudah di danau ini. Marimo di danau Akan ini pertama kali ditemukan oleh Tetsuya Kawakami pada tahun 1897, dan dinamakan marimo karena bentuknya yang menyerupai bola. Danau ini adalah tipe danau kaldera dengan keliling 26 km dan dikelilingi oleh hutan zaman purba yang masih asri.
6. Danau Masyu
Danau Masyu (Masyu ko) dapat kita temui di Hokkaido Akan National Park, yang merupakan danau kaldera dengan keliling 21 km, luas 19,2 km2 dan kedalaman terbesar 212 meter. Yang menjadi keunikan dari danau ini adalah kejernihan airnya, di mana kita kita masih bisa melihat ke dalam danau sampai kedalaman sekitar 25 meter. Tingkat kejernihan air ini tergolong tinggi, dan bukan hanya untuk skala Jepang, tetapi juga untuk skala internasional. Tidak adanya sungai yang bercampur dengan danau ini, dan suhu air yang rendah sehingga plankton sulit berkembang biak menjadi faktor utama pendukung kejernihan danau ini. Pemandangan danau yang dikelilingi oleh jurang ini dapat dinikmati dari tiga tenboudai yang ada di sekelilingnya, yakni masyukodaiichi tenboudai, masyukodaisan tenboudai, dan uramasyutenboudai yang ketinggian masing-masing tenboudai berbeda.
7. Semenanjung Shiretoko
Kawasan ini adalah salah satu yang menjadi hokori (kebanggaan) masyarakat Jepang, khususnya Hokkaido, karena sejak tahun 2005 kawasan ini telah ditetapkan sebagai salah satu situs peninggalan dunia. Anjing laut, beruang, elang, serigala, dan binatang-binatang liar lain sebagai bagian utama kawasana ini yang senantiasa mempertahankan hidupnya dan menjaga komunitasnya dari serangan musuh alami menjadikan kawasan ini sebagai kawasan yang masih menjaga kealamiannya.
8. Asahiyama Zoo
Kebun binatang Asahiyama terletak di Asahikawa -Shi, yang merupakan kota terbesar kedua di Hokkaido setelah Sapporo. Di sini kita bisa melihat secara langsung penguin, beruang kutub, badak, macan, dan binatang-binatang lain yang jarang kita lihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari kita.
9. Museum Ainu Shiraoi
Ainu adalah suku asli pulau Hokkaido yang secara latar belakang kultural dan rasial berbeda dengan penduduk Jepang asli. Menurut beberapa keterangan, suku Ainu adalah keturunan dari ras Mongoloid yang memasuki pulau Jepang sebelum periode Jomon yang selanjutnya tergantikan dan berasimilasi dengan penduduk Jepang asli yang meluaskan pendudukannya ke wilayah utara. Saat periode Meiji (1868-1912), suku Ainu menerima status sebagai `former aboriginals`. Akan tetapi, suku Ainu pernah mengalami masa-masa diskriminasi selama beberapa tahun. Pada tahun 1997, ditetapkan sebuah undang-undang yang menyediakan dana penelitian dan pengembangan kebudayaan suku Ainu. Sayangnya, saat ini keberadaan suku Ainu sangat sulit ditemukan karena sangat sedikitnya suku Ainu yang masih hidup.


Anda juga bisa mencicipi beragam makanan di Hokkaido, di antaranya :

 Ramen
Miso ramen yang asli hanya bisa Anda temukan di Sapporo, Hokkaido. Sebagai tempat asal ramen, kios-kios dan restoran ramen tersebar di seluruh kota. Dua tempat yang terkenal di kalangan turis adalah Ramen Republic dan Ramen Yokocho. Ramen Yokocho, sebuah gang sempit yang dipadati warung-warung menyajikan ramen Sapporo yang terkenal, dapat ditempuh dengan 3 menit berjalan kaki dari stasiun kereta bawah tanah Susukino.

Daerah ini juga merupakan tempat hiburan dan kawasan red light yang populer, mulai 'hidup' saat matahari terbenam. Dua stasiun selanjutnya dari Susukino adalah taman hiburan Ramen Republic, berlokasi di lantai 10 Sapporo ESTA, kompleks bisnis tepat di depan Stasiun Sapporo. Sayangnya, tempat-tempat ramen yang popular ini terlalu dikomersialkan, harga yang mereka pasang ditujukan bagi turis dan pengunjung. Namun tak perlu khawatir, semangkuk ramen yang enak bisa dengan mudah ditemukan di mana saja di kota. Anda tinggal mencari beberapa penanda warung ramen yang enak - kecil, mungkin sedikit kumuh, tapi antriannya penuh, bahkan di tengah musim dingin.


Bir
Menyicipi bir adalah hal yang tidak boleh Anda lewatkan ketika menjelajah Hokkaido. Selain sake, Hokkaido terkenal dengan bir. Dengan banyaknya pabrik pengolahan di seluruh pulau, pastikan Anda mampir ke salah satunya untuk menyicipi bir yang baru selesai dibuat. Empat produsen bir yang terkenal adalah Kirin, Sapporo, Suntory, dan Asahi. Namun, tempat-tempat pembuatan kecil juga menawarkan bir yang tak kalah memuaskan.

Salah satu rekomendasi adalah mencoba makan malam Genghis-khan (domba panggang) dengan bir spesial di Pabrik Bir Sapporo. Perpaduan sempurna antara kelembutan cita rasa dengan alkohol - betul-betul sebuah kenikmatan duniawi!


Makanan Laut
Beragamnya pilihan di Hokkaido bisa menjadikan tempat ini surga bagi penyuka makanan laut. Daging kepiting, ikan salmon, scallop, landak laut, telur ikan salmon, semuanya tersaji segar untuk dinikmati. Kepiting-kepiting berukuran amat besar kerap menjadi pilihan para turis dan penduduk lokal. Pasar pagi di Hakodate adalah tempat mendapatkan makanan laut yang masih segar, hidup bahkan. Hakodate Asaichi (pasar pagi Hakodate) terletak sangat dekat dari stasiun JR Hakodate. Terdapat 360 toko, penjaja atau restauran yang menjual makanan laut. Bersiaplah untuk bangun lebih awal, pasar paling penuh aksi antara jam 6 hingga 7 pagi.


Cokelat
Anda tidak bisa meninggalkan Hokkaido tanpa membawa pulang sekotak Shiroi Koibito atau produk-produk Royce. Cokelat-cokelat ini sengaja dibuat sebagai penggoda indera perasa, dengan aroma kelapanya yang kaya dan menggiurkan, membangkitkan segala hasrat demi kegemaran akan cokelat.

Kunjungi Taman Shiroi Koibito - pabrik cokelat Ishiya, tempat pembuatan Shiroi Koibito. Dengan tiket masuk seharga 600 yen, Anda seperti memasuki dunia "Charlie dan Pabrik Cokelat" versi Charles Dickens. Selain melihat proses produksi secara langsung, ada galeri yang menampilkan kemasan dan kaleng cokelat, ratusan cangkir teh dan cokelat panas, bahkan koleksi mainan anak-anak dari seluruh dunia. Benar-benar sebuah pengalaman yang penuh kenangan masa kecil.


Salju
Musim dingin adalah puncak aktivitas. Meskipun Februari 'membeku', Odori Park semarak oleh orang-orang yang bersiap untuk festival salju terbesar sepanjang tahun. Festival Salju Sapporo sudah tersohor di dunia, mengundang 2 juta pengunjung untuk datang ke Hokkaido setiap tahun. Para 'pematung' salju pun datang berkumpul dari seluruh dunia untuk saling berlomba.

Berbagai bentuk pahatan terlihat di sepanjang jalan, Hokkaido seperti sebuah kerajaan salju. Patung-patung itu bisa setinggi bangunan tiga lantai, berbentuk karakter kartun seukuran manusia, atau meniru monumen dan ikon termasyhur, semuanya terbuat dari es. Betul-betul mengagumkan! Malam hari adalah waktu terbaik untuk menikmati karya seni ini, saat lampu-lampu jalan menerangi dan mengubah Hokkaido menjadi negeri dongeng raksasa.


READ MORE - All About Hokkaido

Keunikan Kota Toyota, Jepang

0 Comments



Uniknya Kota Toyota City, Jepang

     Hmm..kalau membaca judulnya, pertama kali yang terlintas di benak kita mungkin adalah sebuah perusahaan mobil terkemuka di dunia. Namun ini nyata. Toyota (豊田市; -shi), atau Kota Toyota, adalah sebuah kota yang terletak di wilayah Mikawa di Aichi, Jepang, sebelah timur tenggara dari Nagoya. Toyota City juga merupakan kota terbesar di prefektur Aichi, titik terendah tanah terletak di Komashin-cho (3.2m) dan tertinggi terletak di Inabu-cho (1.240 m).


      Menurut warga yang kami temui, dulunya Kota Toyota bernama Koromo atau yang dikenal sebagai "Kojiki" atau Rekaman Matters Kuno. Nampaknya kota ini memang benar-benar mencerminkan produk-produk keluaran pabrik Toyota. Tapi kami tidak tau apakah nama perusahaan Toyota yang diambil dari nama kota ini, atau malah nama kota ini yang diambil dari nama pabrik Toyota itu ya? Aneh memang, seperti benteng Toyota saja. Tidak ada mobil lain selain Toyota di kota ini. Sampai-sampai didirikan museum Toyota dan banyak pabrik Toyota.
          Diantaranya, Toyota Municipal Museum of Art, Toyota Kaikan Museum, dan Toyota City Folk Craft Museum. Selain itu, di kota perbukitan ini, kita dapat menemukan pemandangan alam Cityscape dan lembut. Suhu tahunan berfluktuasi dan ketinggian yang berbeda membuat empat musim pemandangan dari Toyota City lebih menarik. Saat musim baru datang, terjadilah perubahan pemandangan, karena ketinggian yang mengangkat perubahan ekspresi.
 Toyota City juga menjadi rumah bagi Toyota Motor Corporation, kantor pusat dan pabrik-pabrik, dan lebih dari 400 mobil-perusahaan terkait dengan berbagai insinyur teknologi selalu berkembang. Selain itu, ada kertas Obara Jepang bersama dengan keterampilan pengrajin tradisional yang terus dan terus menyampaikan kepada generasi berikutnya.
Itulah mengapa, ketika terjadi gempa dan tsunami di Jepang beberapa bulan lalu, Toyota sempat mengalami kehilangan profit hingga mencapai 653 Miliyar per-hari. Akio toyoda, presiden Toyota Motor Corp mengatakan "Semuanya berdampak pada dealer juga suplier kami, termasuk bassis produksi yang juga turut terkena imbas," ungkap Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corp.
Saudara, demikianlah laporan kami langsung dari Kota Toyota, Jepang.
READ MORE - Keunikan Kota Toyota, Jepang